Diakui oleh Pewaris Kaisar Romawi, Flavius Heraclius Augustus alias Hiroqla bahwa ini adalah ajaran yang benar, ketika (saat itu Abu Sufyan dipertemukan dalam majlisnya Pejabat Rumawi di Syam) dan ditanyakan apa yang dibawakan seorang yang mengaku Nabi itu? dikumandangkan bahwa Warisan Para Nabi adalah ajaran Tauheed, yang terdiri dari:
اعْبُدُوا اللَّهَ وَحْدَهُ ، وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَاتْرُكُوا مَا يَقُولُ آبَاؤُكُمْ وَيَأْمُرُنَا بِالصَّلاَةِ وَالصِّدْقِ
( potongan Hadits No. 7 Shohih Bukhori)وَالْعَفَافِ وَالصِّلَةِ
maka bisa diambil kesimpulan bahwa yang Pertama: "Menyembah/beribadah hanya kepada Allah yang Maha Esa" dan "tidak Menyekutukan Allah dengan sesuatupun", kedua: "Meninggalkan ucapan nenek moyang/leluhur yang Musyrik dan Penyembah berhala/sesuatu yang menjadi ajaran leluhur yang menyimpang dari ajaran Tauheed".
Ketiga adalah diperintah untuk "Sholat" ini adalah realisasi secara ritual harus dilakukan oleh para pengikut dan pewaris ajaran para Nabi dari zaman terdahulu. Kemudian yang keempat adalah "bersedekah", nah ini yang banyak orang enggan atau biasa disebut dengan bakhil. Mengeluarkan harta untuk bersedekah ini banyak orang keberatan. Apalagi kalau jumlahnya tampak besar, wow amat sayang....!
Pengendalian diri dari segala hawa nafsu, memaafkan orang lain inilah ajaran berikutnya dari para utusan Allah yang mulia. Kemudian yang terakhir adalah menyambung hubungan "silaturrahim" yang sangat fenomenal. Ternyata yang terakhir ini amat dahsyat terhadap kehidupan manusia.
Lantas apakah ini juga yang menjadikan orang Nashoro itu tak yakin terhadap Islam? Malah kebanyakan memusuhi Islam?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar