Sabtu, 02 Juli 2011

Kemerdekaan amat mahal harganya


Dimanapun tak terkecuali, yang terjadi bila saat-saat kemerdekaan hendak diproklamirkan, sejarah membuktikan. Bahwa nilai sebuah kemerdekaan itu sangatlah mahal harganya. Bahkan apa yang telah terjadi di permukaan bumi manapun tidak ada perbedaan, apalagi kalau memang kemerdekaan itu dengan jalan direbut. Perjuangan yang penuh dengan pengorbanan pasti akan terjadi.
Contohnya Para pejabat di Sudan Selatan mengatakan telah dilakukan blokade bahan bakar oleh pemerintah utara sehingga meroketnya harga bahan bakar dan terjadinya perselisihan di SPBU.
Walikota Juba menuduh pemerintah Khartoum yang berbasis di utara mencoba untuk mencekik perekonomian selatan menjelang deklarasi kemerdekaan negara mereka. Meskipun selatan kaya akan minyak, semua pipa minyak dijalankan melalui utara dan selatan tidak memiliki kilang mereka sendiri.
"Hal ini memburuk situasi sangat cepat dan itulah yang diinginkan pemerintah Khartoum - mereka mendukung adanya ketidakstabilan," kata Walikota Juba Mohamed el Haj Baballa kepada Associated Press.
Apalagi di Palestina, perjuangan tak pernah henti. Walau blokade wilayah Gaza yang belum berhasil, dengan upaya dari berbagai penjuru dunia mencoba menembus blokade itu. Lantas kekuatan yang mana yang bisa merubah situasi itu menjadi cair? Hanya kekuatan Allah yang bisa menghancurkan kecongkakan Zionis-Yahudi.
Kemerdekaan memang mahal harganya. Mari mengisi kemerdekaan ini dengan hal yang membangun. Jangan sebaliknya malah menghancurkan dengan melakukan tindakan yang kontra positif, seperti korupsi, yang akhir-akhir ini malah semakin merebak disegala lini di negri kita tercinta.