Selasa, 24 Mei 2011

Perpecahan akan melemahkan muslimien melawan musuh

Misalnya saja antar sesama muslim saling bertentangan tentang masalah furu' dan mengakibatkan perpecahan dalam membentuk sebuah kesatuan dalam bernegara, maka akan dengan mudah musuh-musuh Islam akan menyerang. Bahkan tanpa diserang pun musuh dengan leluasa akan memasukkan agenda politiknya sehingga Negeri tersebut akan mengalami kerugian besar. Terutama dalam hal tujuan utama ummat Islam yaitu membebaskan Palestina dari Penjajahan Zionis Yahudi. Sebagai Negara besar yang bertetangga dengan Palestina mestinya Mesir, Yordania, Suriah, Lebanon bahkan Saudi Arabia memiliki kemampuan untuk kemerdekaan bangsa Palestina. Apalagi Negeri Piramid Mesir, disampimg negara terbesar yang berbatasan langsung dengan Palestina, sangat mampu untuk bisa memberi pengaruh terhadap kemerdekaan Palestina.

  1. Jangan malah menjadi negara yang sesama muslim pun saling sikut-sikutan seperti yang dilansir: Salah satu pemimpin Salafi, Jamal al-Marakby menegur anggota komunitas Syi'ah di Mesir yang ingin membentuk partai politik, sembari menyatakan bahwa aktivis Salafi akan menentang langkah komunitas Syi'ah tersebut.
  2. "Kami akan melawan mereka," katanya menegaskan. "Mereka seharusnya tidak diperbolehkan melakukan hal seperti itu." 



Siapakah yang bisa menghindar? Memang tidak seperti kiamat, selama masih disebut Asma Allah disana. Setidaknya mata dunia telah melihat hingga kini apa yang terjadi di Palestina, bahkan blokade terhadap Gaza oleh penguasa Zionis Yahudi. Siapakah yang tergerak hatinya untuk bisa membebaskan blokade tersebut bila tetangga terdekat dan terbesarpun saling sikut-sikutan. Disini tidak sedang memperdebatkan masalah yang furu' melainkan hindarkanlah  perbedaan kecil yang akan memperlemah kekuatan hingga musuh malah tepuk tangan.
Sesama muslim hendaknya menyadari akan hal itu. Sesama penduduk Mesir mestinya bersatu untuk melawan kekejaman Zionis Yahudi yang sedang menganiaya saudara-saudara di Gaza, dan Palestina pada umumnya.
Akan tetapi bila saudara-saudara terdekat dan terbesar ini pun tak menyadari akan hal itu, bisa jadi penduduk Palestina mengalami kiamat yang bertubi-tubi secara periodik sebagaimana yang telah dialami seperti yang sudah berlalu dan akan terulang lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar